
Fakfak – Panitia Peringatan Masukknya Agama Islam di Tanah Papua Ke-666 Tahun temui Kapolres Fakfak untuk melaporkan kesiapan peringatan Hari Besar Islam tersebut sekaligus beberkan agenda kegiatannya. Laporan ini sekaligus sebagai bentuk permohonan pengamanan selama pelaksanaan rangkaian kegiatan dan puncaknya 8 Agustus 2026 besok. sebagaimana laporan tertulis disampaikan mengawali Koordinasi tersebut.
Ketua Panitia Peringatan Masuknnya Agama Islam di Tanah Papua Ke-666 Tahun. Wahidin Puarada didampingi Sekretarisnya. Aslan B. Mahubessy didepan Wakapolres Fakfak. Henderjetha didampini Kabag Ops. Ilham. panitia memaparkan beberapa agenda sebagai atensi pengamanan pihak Kepolisian sebagai penanggungjawab Kamtibmas di Wilkum Polres Fakfak.
Tidak saja minta pengamanan terhadap pelaksanaan kegiatan. Panitia juga meminta agar pengamana serupa terhadap pejabat, tamu undangan dari luar Kabupaten Fakfak. tentunya beberapa pejabat di Undang terutama Gubernur, Bupati dan Walikota Se-Papua Raya. Sementara tamu pusat yang tidak terlewatkan adalah Menteri ESDM RI. Bahlil Lahadalia. serta tamu-tamu dari para Kiyai maupun Ust yang berkenaan hadir.
Wahidin Puarada dalam pertemuan yang berlangsung di ruang Wakapolres Fakfak. Selasa, 14 Juli 2026 pagi. Menerangkan, Rangkaian kegiatan mengawali peringatan Masuknya Agama Islam di Tanah Papua dengan dimulainya lomba-lomba yang telah ditetapkan dan dibuka secara resmi oleh Bupati Fakfak pada, rabu, 15 Juli 2026 malam di RTH Reklamasi Fakfak.
WP sapaan pendek Wahidin Puarada menguraikan tugas kepanitian kepada Kapolres Fakfak diterima Wakapolres Fakfak didampingi Kabag Ops Polres Fakfak. beberapa lomba yang dilaksanakan dengan durasi waktu 15 Juli 2026 – 4 Agustus 2026 mendatang. Sementara puncaknya 8 Agustus 2026. Akan hadir puluhan ribu masyarakat dari berbagai wilayah di 17 Distrik yang ada di Kabupaten Fakfak. termasuk tamu undangan dari luar Fakfak.
Lomba yang mulai digelar 15 Juli 2026 malam yaitu, Hadrat, Barzanji Beregu, Yasin Beregu, Samra, Sawat, Pidato, Festival Qasidah. Wahidin uraikan, jumlah peserta dari total lomba tersebut adalah 229 Grup dimana setiap grup minimal 16 orang dan maksimal 20 orang, selain lomba, panitia juga menyiapkan UMKM dan yang telah mendaftar sebanyak 60 Lapak. UMKM ini bagian dari Misi Pemerintah Daerah untuk bagaimana menghidupkan ekonomi lokal di Fakfak.
Terkait dengan pemberian ruang kepada UMKM di arena pelaksanaan peringatan Islam Masuk Tanah Papua. mulai sejak pembukaan rangkaian kegiatan dan batas 7 Agustus 2026 malam. puncaknya 8 Agustus 2026. kegiatan UMKM sudah tidak ada. Mereka wajib menjaga kebersihan sampah agar lingkungan kegiatan selama pelaksanaan hingga selesainya kegiatan terlihat bersih dan indah. Semua orang yang datang berkunjung ke RTH wajib untuk tidak membuang sampah sembarangan.
“Setelah lomba yang berakhir 4 Agustus 2026 malam dilanjutkan dengan Haflah pada 5 Juli 2026 malam. Yang akan mengisi agenda ini tentunya Qor`i dan Qori`ah yang diundang dari Jakarta masing-masing bergabung dan berkolaborasi untuk melantunkan Ayat-ayat Suci Al-Qur`an. Tim dari Jakarta yang akan hadir untuk mengisi acara tersebut sebanyak 24 orang para Kiyai dan Ustazah. Mereka sholawat dan juga mengaji”, Ulasnya ke pihak Polres Fakfak.
Jadwal kedatangan Ust. Das`ad Latif pada 7 Agustus 2026. Penyambutan Ust Das`ad tidak saja dari Pemerintah daerah dan Panitia. Rencana penjemputan itu juga dari keluarga besar Kerukuran Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Kabupaten Fakfak, setelah dijemput di Bandara diantar ke Grand untuk mandi persiapan sholat Jumat di Masjid Agung Baitul Makmur Fakfak, selanjutnya makan siang dijamu Bupati Fakfak. Samaun Dahlan. Das`ad direncanakan menginap di Grand Hotel Fakfak.
“Nanti Ust Das`ad bersama rombongan lainya dari Jakarta seperti Ust. Munawir dipuncak peringatan Masuknya Agama Islam di Tanah Papua. 8 Agustus 2026. Setelah Ust. Das`ad melaksanakan sholat jumat dan dijamu makan siang oleh Bupati Fakfak. beliau akan Sholat Magrib di Masjid Jam`I Kota, makan malam juga di Winder bersama Bupati sekaligus Launching Buku Sejarah Masuknya Agama Islam di Tanah Papua.”, Urai Agenda Ust. Das`ad oleh Wahidin Puarada.
Terkait dengan persentase tamu undangan dari Luar Fakfak. Wahidin ungkapkan bahwa untuk Gubernur Papua. Fakhiri 99 persen bakal hadir pada puncak peringatan Islam Masuk Tanah Papua. kemudian Gubernur, Bupati , Walikota, MRP dan DPRD Se-Papua Raya serta beberapa pejabat pusat asal papua. Menteri ESDM. Bahlil Lahadalia. Velix Wanggai direncanakan turut hadir besok. Ketua Panitia sampaikan untuk menjemput tamu undangan dari luar Insha Allah panitia telah siap.
Selain mengundang pejabat pemerintah di Wilayah Papua maupun secara Nasional. Panitia Peringatan Masuknya Agama Islam di Tanah Papua ke-666 Tahun juga mengundang salah seorang Uskup dan tiga orang Sultan. Uskup yang diundang adalah. Hilarion Datus Lega di Sorong. Kemudian ketiga sultan adalah. Sultan Ternate, Sultan Tidore, dan Sultan Baabullah. Termasuk Ketua MUI Se-Tanah Papua. mereka diundang pada puncak peringatan Masuknya Agama Islam di Tanah Papua ke – 666 Tahun. 8 Agustus 2026.
Wakapolres Fakfak. Henderjetha yang akrab disapa Ibu Jetha merepson alporan agenda pelaksanaan kegiatan dalam rangka peringatan Masuknya Agama Islam di Tanah Papua Ke-666 Tahun. Menyampaikan pada prinsipnya Polres Fakfak tetap memberikan dukungan pelaksanaan peringatan Masuknya Islam di Tanah Papua. terkait pengamanan kedatangan tamu akan disiapkan sesuai randown acara yang disiapkan panitia. Tentunya jika hal-hal yang perlu dikoordinasikan pihaknya minta panitia pro aktif agar koordinasi lebih lanjut.
Wahidin Puarada menutup pertemuan ini. Imbau kepada seluruh masyarakat Fakfak agar tetap menjaga situasi dan kondisi keamanan selalu kondusif, panitia harus bekerja proaktif selama rangkaian hingga puncak perayaan Masuknya Agama Islam di Tanah Papua Ke-666 Tahun berlangsung nanti. 8 Agustus 2026. jangan membuang sampah sembarangan, kemudian konsisten untuk menjaga nama baik Kabupaten Fakfak selama kegiatan berlangsung. jika ada kendala lapangan untuk segera dikoordinasikan secepatnya.
Disampaikan Wahidin Puarada, Filosofi Satu Tungku Tiga Batu di Fakfak sangat sakral, melambangkan harmoni yang menyatukan agama (Islam, Katolik, Protestan), adat, dan pemerintah (atau unsur marga). Simbol ini mewakili toleransi sejati di mana kerukunan hidup berdampingan erat dalam satu keluarga, menjaga kedamaian masyarakat setempat secara turun-temurun. karena itu mari kita jaga toleransi antar sesama umat beragama di Tanah Papua dan Khususnya Kabupaten Fakfak.
Polres Fakfak selain akan mengeluarkan sprint pengamanan untuk setiap penginapan para tamu undangan dari luar. mereka komitmen akan melakukan pengamanan selama pelaksanaan lomba yang rencana dibuka secara resmi oleh Bupati Fakfak. Samaun Dahlan pada, rabu, 5 Juli 2026 malam di RTH Jalan Reklamasi Fakfak. selain dari sisi pengamanan. panitia juga menyampaikan sekaligus untuk pengaturan lalu lintas jalan menjadi kewenangan Sat Lantas Polres Fakfak.




