-2.3 C
New York
Jumat, Februari 13, 2026

Buy now

Dugaan Transaksi Gelap Meja Pasar, Masyarakat Minta Bupati Fakfak Copot Orang ini

Fakfak – Dugaan terjadi transaksi gelap meja batu pasar rakyat thumburuni fakfak berhasil direspon Bupati Fakfak. Samaun Dahlan didampingi Wakil Bupati Fakfak. Donatus Nimbitkendik. Dalam kunjungan kerja ke Pasar Rakyat Thumburuni Fakfak, Kamis pagi, 25 September 2025.

Bupati dan rombongan sebelumnya meninjau lokasi kebakaran rumah toko Izak Tellusa Fakfak. setelah itu lanjut ke pasar darurat kelapa dua untuk menyiapkan sejumlah lapak disana agar bisa menamung korban kebakaran ini kembali bangkit dan berbisnis seperti sediakala.

Ketika turun dan meninjau pasar rakyat thumburuni fakfak. Bupati dan Wakil mendapat banyak keluhan dan laporan soal pengaturan penempatan meja batu dan juga pembagian tempat penjualan pakaian dan barang kebutuhan pecah belah lainya di lantai 3 dan 4. Penjual banyak yang mengeluh soal tidak memperoleh meja batu.

Selain itu. Mereka juga mengeluh soal nomor meja yang semula mereka terdata dalam daftar korban terbakarnya pasar tersebut dan pada saat penarikan nomor punggung meja maupun los lainya mereka terpaksa disingkirkan oleh petugas yang mengatur pasar tersebut. Hal ini diduga terjadi transaksi gelap disana.

Keluhan ini disampaikan bukan saja para penjual atau pelaku pasar di thumburuni tetapi juga mereka yang masih tertahan di pasar darurat kelapa dua. Sayangnya pembagian penempatan pasar rakyat thumburuny fakfak sudah ditutup dan telah ditempati mereka yang sudah memiliki nomor punggung meja.

Bahkan dari ratusan orang yang sudah masuk dan memiliki tempat di pasar baru ini tidak semua adalah mereka yang terevakuasi akibat korban dibakarnya pasar dimaksud beberapa tahun lalu.

Sampai saat ini aksi protes terhadap kebijakan pemerintah daerah melalui instansi tekhnis terkait terus berlangsung selama pemerintah belum rampungkan semua persoalan tersebut.

Bupati Fakfak. Samaun Dahlan menegaskan akan segera melakukan rapat bersama Forkopimda dan Instansi teknis lainya untuk membahas sejumlah permasalahan itu. Dia bersama wakil sejak berada di pasar darurat kelapa dua hingga pasar rakyat thumburuni fakfak mengakui menemui keluhan semacam itu dari masyarakar.

Bupati sampaikan bahwa dalam hitungan awal sebelum pedagang di evakuasi masuk untuk menempati pasar tersebut. Dari jumlah data awal ketika mereka masuk dan tempati masih banyak sisa bahkan ratusan meja masih nganggur untuk digunakan bagi mereka yang belum terdata berikutnya.

Anehnya. Data itu kian bertambah dan tidak pernah habis. Padahal sudah diperhitungkan secara matang dan baik. Jika kerja berdasarkan data awal maka tidak terjadi demikian namun ada silang data yang mengakibatkan pembengkakan dalam data calon pengguna meja batu pasar rakyat thumburuni fakfak.

Suara sumbang masyarakat meminta kepada Bupati dan Wakil Bupati Fakfak agar segera copot Kepala Pasar Zet Sampe Tondok. Ia diduga kerja tidak professional. Bahkan banyak masyarakat yang namanya tercantum didalam data awal kini sedang nganggur karena tidak mempeorleh tempat jualan.

Bupati Fakfak. Samaun Dahlan tegaskan. Banyak masyarakat yang belum mendapatkan los meja batu di pasar rakyat thumburuni fakfak bahkan mereka yang masih tersisa dipasar kelapa dua akan segera diatur untuk dibagikan pasar darurat yang kosong sehingga aktifitas masyarakat tetap jalan seperti biasa.

Awalnya sudah dihitung bahwa setelah data lama dimasukkan maka ada kelebihan dipasar sekitar 600 lebih. Nah. Untuk mengisi kekosongan 600 tersebut maka pemerintah melalui dinas terkait mendata dari luar alias mereka yang belum mendapatkan bagian setelah yang korban kebakaran tempati. Sayangnya orang lama pun sebagian tidak dapat. Disini ada dugaan terjadi transaksi gelap antar petugas dan pebisnis lainya.

“Ok. Kita nanti akan mengecek, dan memang kita akan lihat. Karena sebagaimana disampaikan pak Wakil bahwa meja batu ini cukup banyak. Tapi kami akan lihat dan evaluasi laporan yang muncul dari masyarakat ini, jika itu yang terjadi (Dugaan transaksi gelap-red) maka kita akan tindak”, tegas Bupati dan ketegasan singkatnya kepada awak media usia meninjau lokasi pasar rakyat thumburuni fakfak.

Wakil Bupati Fakfak juga menegaskan bahwa banyak sekali data yang berkembangbiak. Dinas perindag selalu sampaikan laporan. Hari pertama jumlah sekian, hari kedua jumlah sekian. Data ini menurut Wabup. Tidak pernah habis dan selalu saja ada. Hal ini membuat masyarakat selalu protes.

Jika didata dan ditata dengan baik maka masyarakat tidak mungkin protes. Tetapi karena system pengaturanya berbeda dan kadang datanya naik turun maka masyarakat pasti kecewa dan luapkan emosi mereka.

“Bangunan –bangunan kosong ini jangan ada lagi yang masuk, itu harus dijaga didata kita itu. Kita sudah tulis 10 (misalnya) tapi dia naik lagi 5 orang. Bertambah-bertambah dan bertambah. Begiiiitu terus. Akhirnya tidak selesai-selesai masalah, dengan demikian tanggungjawab kita selaku pemerintah untuk cek lagi ini dan segera kita selesaikan”, tegasnya.

Pantaun langsung kunjungan kerja Bupati dan Wakil Bupati Fakfak. berada dilantai 3 Pasar Rakyat Thumburuni fakfak. banyak masyarakat minta ke Bupati Fakfak untuk segera copot Kepala Bidang Pasar. Zet Sampe Tondok. Mereka merasa kecewa karena proses pembagian pasar diduga tidak transparan bahkan banyak mereka yang namanya didata belum mendapat tempat.

(ret)

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles

error: Content is protected !!