6.2 C
New York
Jumat, April 3, 2026

Buy now

Beranda blog Halaman 467

Pangdam XVIII/Kasuari Menghadiri Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih Hingga “Gebrak Masker”.

0

Fakfak – Pangdam XVIII/Kasuari, Mayjen TNI Ali Hamdan Bogra, S.I.P., M.Si. bersama Ketua Persit KCK PD XVIII/Kasuari, Ny. Retno Ali Hamdan Bogra dan didampingi Asintel Kasdam XVIII/Kasuari, Senin (17/8/) kemarin mengikuti Upacara Detik-Detik Proklamasi dalam rangka Peringatan HUT Kemerdekaan RI Ke-75 Tahun 2020 di lapangan Kantor Gubernur Provinsi Papua Barat, Manokwari.

Berdasarkan Press Releasse yang diterima media ini, selasa, (18/8), Kapendam XVIII/Kasuari, Kolonel Kav Zubaedi S.Sos., M.M. menyebutkan bahwa pada upacara kali ini bertindak selaku Inpektur Upacara Gubernur Papua Barat, Drs. Dominggus Mandacan dan sebagai Komandan Upacara Mayor Inf Jenry Polli, Danyonif 761/Kibibor Akinting.

“Teks Proklamasi dibacakan oleh Ketua DPRD Papua Barat, Orgenes Wonggor, A.Md., sedangkan tiga anggota Paskibraka yang ditugaskan untuk mengibarkan Sang Merah Putih adalah Agus Piter Mandacan (Siswa SMAN 2 Manokwari), Muhammad Arjuna Wibowo (Siswa SMAN 2 Manokwari), dan Venda Vira Rozalia (Siswi SMAN 1 Manokwari). Ketiganya merupakan putra dan putri kelahiran kota Manokwari, Papua Barat,” kata Zubaedi.

Bertepatan dengan Hari Ulang Tahun, Negara Kesatuan Repbulik Indonesia, Pangdam XVIII/Kasuari, Mayjen TNI Ali Hamdan Bogra, S.I.P., M.Si. bersama Ketua Persit KCK PD XVIII/Kasuari, Ny. Retno Ali Hamdan Bogra, Senin (17/8) mengikuti Gerakan Bersama Pakai Masker (Gebrak Masker) di Wosi, Manokwari, Papua Barat.

Kapendam XVIII/Kasuari, Kolonel Kav Zubaedi, S.Sos., M.M. menyebutkan bahwa acara “Gebrak Masker” ini diselenggarakan oleh Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Provinsi Papua Barat yang diketuai oleh istri Gubernur Papua Barat, Ny. Yuliana Kiriweno Mandacan.

Disampaikan bahwa, Ketua TP-PKK dalam sambutannya mengungkapkan, Gerakan Bersama Pakai Masker, yang disingkat dengan ‘Gebrak Masker’ adalah gerakan bersama dan serentak dilakukan di seluruh Indonesia pada waktu yang sama oleh seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Tim Penggerak PKK, yang tujuannya mengajak masyarakat memakai masker. Melalui gerakan bersama pakai masker setiap orang dapat melakukan penyesuaian perilaku setiap hari untuk mencegah risiko terinfeksi Covid-19.

“Tim Penggerak PKK Provinsi Papua Barat, selaku mitra kerja pemerintah daerah dan organisasi penggerak masyarakat, berupaya untuk menyadarkan masyarakat dalam masa pandemi Covid-19. Beberapa kegiatan telah dilakukan, antara lain pembagian Sembako bagi mereka yang kena dampak, penyuluhan kesehatan, dan pembagian masker,” ucap Ny. Yuliana. (ret)

5 Fakta Mengenai Uang Baru Pecahan Rp 75.000, Apa Saja?

0
Reporter:  Caesar Akbar
Editor: Rr. Ariyani Yakti Widyastuti
Selasa, 18 Agustus 2020 07:58 WIB

TEMPO.COJakarta – Bank Indonesia atau BI resmi menerbitkan uang baru peringatan Kemerdekaan 75 Tahun Republik Indonesia. Uang khusus ini berjenis uang kertas pecahan Rp 75.000 dengan tahun emisi 2020.

Uang ini dicetak dalam jumlah yang terbatas, yaitu 75 juta lembar. Masyarakat yang ingin mendapatkan uang edisi khusus tersebut bisa mulai menukarkan pada Senin, 17 Agustus 2020, pukul 15.00 WIB.

Tempo mencatat sedikitnya lima fakta mengenai uang khusus kemerdekaan ini.

1. Filosofi dan desain

Gubernur BI Perry Warjiyo membeberkan tema dan nilai filosofi yang terkandung dalam lembaran uang baru edisi khusus Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-75. Dia pun merangkum makna filosofi uang tersebut ke dalam 3 M.

“Makna filosofis dari uang kemerdekaan 75 tahun Republik Indonesia ini adalah Mensyukuri Kemerdekaan, Memperteguh Kebhinekaan, dan Menyongsong Masa Depan Gemilang,” kata Perry dalam peluncuran uang khusus secara virtual, Senin 17 Agustus 2020.

Sesuai dengan tahun kemerdekaan Republik Indonesia, kata Perry, berjenis uang kertas dengan nominal pecahan Rp 75.000. Mulai dari halaman depan yang menampilkan prosesi pengibaran bendera 17 Agustus 1945 dan gambar kedua proklamator Soekarno dan Mohammad Hatta, kata Perry itu bermakna sebagai rasa syukur atas kemerdekaan yang telah dijalani selama 75 tahun.

Selain menampilkan foto kedua proklamator, pada halaman muka juga ditampilkan berbagai pencapaian pembangunan selama 75 tahun Kemerdekaan Indonesia yakni Jembatan Merah Youtefa Papua, MRT Jakarta, dan Tol Trans-Jawa.

Kemudian untuk nilai filosofi memperteguh kebhinekaan, Perry menjelaskan, hal itu digambarkan dengan anak-anak berpakaian adat mewakili wilayah Indonesia dari bagian Barat, Tengah hingga ke Timur. “Ada juga motif tenun Nusantara yakni kain tenun Gringsing Bali, batik kawung Jawa dan songket asal Sumatera Selatan yang menggambarkan kebaikan, keanggunan serta kesucian,” kata Perry.

Selanjutnya, pada halaman belakang uang edisi khusus kemerdekaan ini bermakna menyongsong masa depan gemilang. Perry menjabarkan, seperti di era digital saat ini hal itu digambarkan dengan satelit Merah Putih yang dijadikan sebagai jembatan komunikasi Republik Indonesia.

2. Dicetak terbatas

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan uang baru Rp 75.000 itu dicetak terbatas. “Dengan jumlah lembar yang dicetak sebanyak 75 juta yang ditandatangani oleh Menteri Keuangan selaku wakil pemerintah dan Gubernur Bank Indonesia,” kata Sri Mulyani secara virtual, Senin, 17 Agustus 2020.

Sri Mulyani menuturkan, peluncuran ini sebagai wujud syukur atas anugerah dan pencapaian kemerdekaan yang telah dijalani selama 75 tahun. Dia mengatakan, uang ini bukanlah uang baru yang diedarkan secara bebas.

Uang ini juga bukan tambahan likuiditas untuk kebutuhan pembiayaan atau pelaksanaan kegiatan ekonomi. “Namun peluncuran uang rupiah khusus tersebut dilakukan di dalam rangka memperingati peristiwa atau tujuan khusus yang dalam hal ini peringatan Republik Indonesia yang ke-75 tahun,” tutur Sri Mulyani.

3. Periode pemesanan

Jadwal pemesanan uang peringatan Kemerdekaan 75 Tahun Republik Indonesia ini dibagi dalam 2 periode. Periode pemesanan penukaran tahap I, yaitu pada 17 Agustus 2020 pukul 15.00 WIB hingga 30 September 2020. Tempat penukaran di Kantor Pusat Bank Indonesia dan 45 Kantor Perwakilan Bank Indonesia dalam Negeri di seluruh provinsi dan beberapa kota/kabupaten.

Periode pemesanan penukaran tahap 2, yaitu pada 1 Oktober 2020 hingga selesai dengan tempat penukaran di Bank Indonesia (Kantor Pusat dan Kantor Perwakilan Bank Indonesia dalam Negeri) dan bank umum yang ditunjuk (Bank Mandiri, BRI, BNI, BCA dan CIMB Niaga). Total Cabang Bank Mandiri yang akan melayani penukaran uang emisi khusus ini adalah sebanyak 408 Cabang.

4. Jumlah pemesanan

Setiap satu Kartu Tanda Penduduk hanya dapat ditukarkan untuk memperoleh satu lembar Uang Peringatan HUT RI ke-75 dengan nominal Rp75.000. Pasalnya, jumlah uang khusus yang diterbitkan kali ini terbatas, yaitu hanya 75 juta lembar.

Sebelum melakukan penukaran, masyarakat harus memesan jadwal dan lokasi penukaran secara online pada aplikasi PINTAR di website Bank Indonesia melalui tautan https://pintar.bi.go.id.

5. Orang pertama yang dapat uang khusus kemerdekaan RI ke-75

Orang pertama yang mendapatkan uang ini adalah Guntur Soekarnoputra dan Meutia Hatta sebagai perwakilan dari keluarga proklamator, Ir. Soekarno dan Mohammad Hatta. Pemberian itu dilakukan secara simbolis melalui virtual dalam acara Peresmian Pengeluaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Tahun Republik Indonesia, Senin 17 Agustus 2020.

“Sebagai wujud syukur dan penghormatan kepada Proklamator Alm. Bapak Ir. Soekarno, kami menyerahkan uang peringatan Kemerdekaan 75 Tahun Republik Indonesia, kepada keluarga Almarhum Bapak Ir. Soekarno,” kata Gubernur BI Perry Warjiyo saat menyerahkan uang baru secara virtual kepada Guntur, Senin 17 Agustus 2020.

Tak ketinggalan, Menteri Keuangan Sri Mulyani menyatakan uang spesial ini merupakan salah satu koleksi edisi khusus yang menggambarkan identitas bangsa. Dia juga turut menyerahkan uang spesial tersebut kepada Meutia Hatta.

“Sebagai wujud syukur dan penghormatan kepada Proklamator kita Drs. Mohammad Hatta, kami akan serahkan uang peringatan 75 Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia kepada keluarga Almmarhum Drs. Mohammad Hatta,” kata Sri Mulyani.

EKO WAHYUDI | BISNIS

Upacara HUT NKRI Ke-75, Bos BKPM, Bahlil Lahadalia Mengenakan Baju Adat Papua

0

Fakfak – Kepala BKPM, Bahlil Lahadalia mengatakan pelaksanaan upacara dalam rangka memperingati detik-detik proklamasi kemerdekaan negara kesatuan republik indonesia ke – 75 tahun 1945 – 2020, momentum peringatan HUT NKRI ini diperingati tidak seperti tahun sebelumnya karena dilaksanakan ditengah wabah pandemi Covid-19, dan kondisi ini dirasakan secara nasional.

“Tahun ini kita mengikuti serangkaian Upacara Peringatan Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ke-75 secara virtual karena negara kita sedang dilanda wabah pandemi covid-19”, Ucap Bahlil Lahadalia kemarin kepada media ini,

Dikatakan mantan sopir taksi ini bahwa meski dengan kondisi tidak dapat berkumpul mengikuti upacara secara langsung, hal ini tentu tidak menurunkan semangat dan kebanggaan kita dalam memperingati hari lahirnya bangsa Indonesia yang kita cintai.

Dikatakan, “Adanya tantangan ini justru menjadikan kita untuk berusaha lebih keras dan bersatu lebih erat lagi”, Ujar Bahlil Lahadalia.

Dia mengajak semua pihak untuk meningkatkan kreatifitas dalam upayah meningkatkan daya saing dan mampu meningkatkan iklim investasi di negara kesatuan republik indonesia.

“Mari bersama-sama gunakan momentum hari kemerdekaan untuk terus meningkatkan kreatifitas sebagai upaya dalam meningkatkan daya saing dan mampu meningkatkan iklim investasi”, Minta bahlil Lahadalia.

Bahwa, produktivitas dan kualitas harus kita jaga. Bangsa kita saat ini berkompetisi dengan negara-negara lain dalam mendatangkan investasi.

“Tidak akan mungkin pertumbuhan ekonomi kita naik kalau tidak ada Foreign Direct Investment (FDI) atau Penanaman Modal Asing (PMA)”, Optimisnya.

Dikatakan bahwa investasi yang masuk menjadi titik temu antara harga, hak-hak buruh, dan perusahaan karena investasi merupakan instrumen untuk menyelesaikan dan menciptakan lapangan pekerjaan.

Saat upacara pengibaran bendera merah putih, bahlil terlihat memakai baju adat Jawa Tengah karena istri berasal Sragen. Dan saat sore harinya pada upacara penurunan bendera merah putih saya memakai baju adat Papua Barat tempat saya tumbuh dan belajar banyak hal mengenai kehidupan, Ulasnya. (ret)

Gubernur Papua Barat, Bupati Fakfak Senada “Otsus Berlanjut”

0

Fakfak – Gubernur Papua Barat Drs Dominggus Mandacan, M.Si yang juga sebagai Ketua DPW Partai NasDem Papua Barat, dan Bupati Fakfak DR Mohammad Uswanas, M.Si  yang merupakan ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Fakfak senada mengatakan Otonomi Khusus di Tanah Papua tetap berlanjut,

Selaku kepala pemerintahan yang ada di daerah, baik Provinsi dan Kabupaten dengan tegas mempertanyakan indicator ketidakkeberhasilan gagalnya Otsus di tanah papua yang disuarakan oleh pihak-pihak tertentu selama beberapa bulan terkahir ini.

Gubernur Papua Barat Drs Dominggus Mandacan, M.Si memberikan pernyataan diberbagai media di Papua Barat mengatakan jika Otsus berlanjut maka tentu harus ada pemberian kewenangan dari pusat kepada daerah dalam hal pengelolaan SDM dan SDA, kedua, pelibatan kementerian lembaga K/L lain, karena selama ini Otsus terkesan urusan Kemendagri dan Pemprov di Tanah Papua saja,

Senada dengan Gubernur Papua Barat, Bupati Fakfak DR Mohammad Uswanas, M.Si juga menepis berbagai argumentasi yang disampaikan oleh pihak-pihak yang selama ini gencar menyuarakan Otsus gagal di tanah papua, menurut Uswanas penilaian tersebut masih bersifat subjektif bukan obyektif.

Baca juga : Gelombang Penolakan Otsus Meroket, Uswanas : Melihat Persoalan Harus Obyektif

Sebab lanjut dia, sebagai orang asli papua yang bekerja di pemerintahan tingkat daerah dengan tetap memperhatikan arahan pusat menilai bahwa selama ini Otsus di Tanah papua berhasil dijalankan, soal pemberian kewenangan SDA dan SDM, meskipun Gubernur Papua Barat minta keterlibatan K/L, bahkan bupati menginginkan ada pembentukan lembaga khusus menangani Otonomi Khusus di Tanah Papua.

Diberbagai kesempatan, Bupati Fakfak tegas mengatakan sampai saat ini pihak – pihak yang mengatakan Otsus gagal belum mampu menujukkan ha itu dihadapan publik,

“Otsus Gagal, ? gagalnya dimana, coba tunjukan kepada kita, jangan menilai sesuatu secara subjektif, kita menilai harus secara obyektif”, Ujarnya.

Di acara malam resepsi kenegaraan HUT NKRI Ke – 75 (17/82020) di Winder Tuare Fakfak, bupati yang juga Ketua DPD Golkar Fakfak itu menegaskan bahwa Otonomi khusus di tanah papua “Tidak Gagal” tapi “Berhasil”,

“Separuh masyarakat mengatakan otonomi khusus gagal tapi saya sebagai orang pemerintah katakan Tidak Gagal, otonomi khusus berhasil karena banyak percepatan pembangunan ditanah papua saat ini, otonomi khusus menjadi salah satu kebijakan penting yang diberikan pemerintah pusat untuk mendorong kemajuan orang papua”, Singkat Uswanas, (ret)

Bakal Calon Bupati Fakfak Hadiri Upacara HUT NKRI Ke – 75

0

Fakfak – Bakal Calon Bupati Fakfak, Samaun Dahlan menghadiri upacara pengibaran bendera sang saka merah putih (17 Agustus 2020) yang berlangsung dipelataran kantor pemda fakfak, kehadiran Samaun Dahlan sebagai Kepala Dinas PU Kabupaten Fakfak,

Upacara pengibaran bendera merah putih dengan tetap menerapkan protokol kesehatan Covid – 19 itu dipimpin langsung oleh Bupati Fakfak, DR Mohammad Uswanas, M.Si, hadir Muspida dan Wakil Bupati Fakfak, Ir. Abraham Sopaheluwakan, MM, Sekda Drs H Alibaham Temongmere, MTP serta Kepala OPD dilingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Fakfak,

Samaun Dahlan/Kepala Dinas PUPR2KP Fakfak yang kini mempersiapkan diri untuk maju dan Calon sebagai Bupati fakfak 9 Desember 2020 didampingi pasangan Wakilnya, Ketua DPD PAN Kabupaten Fakfak, Clifford H Ndandarmana, Anggota DPRD Fakfak Periode 2019-2024, hadir dengan mengenakan setelan jas berwarna hitam.

Pace SD sapaan Samaun Dahlan / Calon Bupati Fakfak yang kini kantongi 7 Rekomendasi Partai Politik tersebut menganakan kemeja berwarna putih dari dalam jas dan dasi berwarna merah, dan peci berwarna hitam, maksudnya adalah, corak merah putih tersebut melambangkan bahwa sampai kapanpun jiwa dan raga ini tetap merah putih dan selalu terpatri didalam sanubarinya.

Pantauan Mataradarindonesia,com, senin, (17/8) saat upacara pengibaran bendera merah putih dan saat penurunan tersebut, Samaun Dahlan tetap memposisikan dirinya sebagai undangan yang lain dan sejajar dengan kepala OPD lainya pada momen peringatan HUT NKRI Ke-75 (17 Agustus 2020),

Diketahui, Samaun Dahlan merupakan salah satu peserta Bakal Calon Bupati Fakfak yang telah berpasangan dengan Bakal Calon Wakilnya, Clifford H Ndandarman, mereka kemudian memutuskan pasangan ini berjargon #SADAR,

Saat ini dukungan partai politik untuk siap mendaftar di KPU Kabupaten Fakfak beberapa waktu kedepan terdapat 7 rekomendasi partai politik diantaranya, Perindo, PKS, PBB, PAN, Demokrat, NasDem, Golkar,

Pasangan berjargon #SADAR ini optimis akan memenangkan pemilukada fakfak pada 9 Desember 2020 mendatang,

Optimis ini disampaikan diberbagai kesempatan karena mereka melihat dukungan parpol maupun dukungan masyarakat di hampir semua kalangan terus mengalir kepada pasangan Samaun – Ndandarmana, (ret)

GPK Fakfak Bentangkan Bendera Merah Putih 30 Meter, Martinus : Memacu Semangat Juang Anak Bangsa.

0

Fakfak – Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun Negara Kesatuan Republik Indonesia Ke – 75 (17 Agustus 1945-2020), Gerakan Pemuda Kei (GPK) Kabupaten Fakfak turut berpartisipasi untuk mengambil bagian dalam momentum yang bersejarah ini,

Ketua terpilih Gerakan Pemuda Kei Kabupaten Fakfak, Martinus Fawowan ditemui mataradarindonesia.com, (17/8) saat mengkoordinir kegiatan yang dilaksanakan GPK Fakfak menjelaskan bahwa mulai malam 17 Agustus 2020 mereka menginap disalah satu pulau bernama pulau Kei-Kei yang mana pulau ini memiliki sejarah tersendiri terutama para leluluhur dari masyarakat kei/Maluku,

Kegiatan semalam suntuk di Pulau Kei-Kei pagi harinya mereka yang berjumlah puluhan orang itu melaksanakan pengibaran bendera merah putih di pulau tersebut yang dipimpin langsung oleh Martinus Fawowan sebagai Ketua GPK Fakfak yang baru saja terpilih melalui Forum Musda – I beberapa hari kemarin.

Dijelaskan lebih lanjut, usai melaksanakan upacara pengibaran bendera merah putih berukuran 3 x 2,5 Meter, agenda selanjutnya mereka membentangkan bendera berukuran sekitar 30 Meter dipantai kemudian diarak melewati pusat kota, masuk polres fakfak dan finish di jalan Reklamasi Pantai Fakfak.

“Kegiatan kami diawali dengan upacara pengibaran bendera merah putih berukuran 3×2,5 Meter di pulau kei-kei, ditempat ini kami bermalam menyambut pagi bertepatan 17 Agustus 2020, selanjutnya pembentangan bendera merah putih dilaut dan pantai berukuran panjang 30 meter, bendera tersebut diarak dari kampung kei-kei menuju pusat kota, memasuki kawasan polres fakfak dan finish di jalan reklamasi pantai”, Jelas Martinus kepada mataradarindonesia.com.

Martinus Fawowan, Ketua GPK Fakfak, foto ; rustam rettob/mataradarindonesia.com

Lanjut dikatakan Martinus yang terpilih sebagai Ketua GPK Fakfak secara aklamasi belum lama ini melalui forum Musda bahwa, tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memacu anak muda dan berpesan kepada mereka agar terus menjaga dan merawat bangsa ini dengan tetap berpedoman pada 4 Pilar kebagngsaan, Pancasila, UUD 1945, Bhinkea Tunggal Ika, dan NKRI,

“Kegiatan ini semata-mata untuk menyambut sekaligus memeriahkan HUT NKRI Ke – 75, dan lebih kepada bagaimana memberikan motivasi kepada generasi muda untuk tetap mencintai NKRI”, Ulasnya

Mengenai Eksistensi Masyarakat Kei di Kabupaten Fakfak, Martinus sangat berharap agar tetap bersatua bahu-membahu membangun persatuan dan kebersamaan di kabupaten fakfak tentu menjaga silaturahim antar semua etnis yang ada di negeri ini,

“Mari kita bergandengan tangan untuk kegiatan kedepan yang dilaksanakan dengan tetap menjaga hubungan persaudaraan yang baik, lebih mempererat hubungan antar sesama masyarakat kei maupun sesama masyarakat fakfak lainya”, Minta Martinus kepada media ini saat memantau berlangsung kegiatan yang dilaksanakan oleh pemuda kei di kabupaten fakfak, (ret)

Dua Orang Patriot Pembela Merah Putih Mendapat Penghargaan dari Bupati Fakfak.

0

Fakfak – Dua patriot pembela merah putih mendapat penghargaan dari Bupati Fakfak DR Mohammad Uswanas, M.Si, kedua patriot tersebut adalah, Abu Bauw dan Nani Weripih.

Abud Bauw merupakan anggota Veteran Teladan di Kabupaten Fakfak, sementara Nani Weripih merupakan seorang wanita asal kampung tanama, distrik pariwari – kabupaten fakfak yang berjiwa patriotisme, rasa kebangsaan, membela merah putih sebagai wujud cinta tanah air kepada bangsa Indonesia.

Selain Bupati Fakfak, Dandim 1803/Fakfak juga memberikan penghargaan yang sama juga kepada ibu Nani Weripih, ibu rumah tangga asal kampung tanama ini vidionya viral pada saat kerusuhan 21 Agustus 2019 kemarin,

Nani Weripih yang akrab dipanggil Mama Nani sempat viral dimedia sosial akibat aksi membela merah putih ditengah jalan dan disaksikan oleh puluhan hampir ratusan orang saat itu, aksinya viral dimedia sosial hanya membela keutuhan NKRI dengan mencium bendera merah putih,

Upacara 17 Agustus di Kabupaten Fakfak, dipimpin langsung oleh Bupati Fakfak, DR Mohammad Uswanas, M.Si dengan tetap menjalankan protokol kesehatan Covbid-19 yang cukup ketat.

Bupati Fakfak, Muhammad uswanas mengungkapkan, momen HUT RI ke-75 pada tahun 2020, ini perlu menjaga semangat kesatuan dan persatuan bangsa serta menjaga toleransi.

“Walaupun banyak perbedaan, namun perlu dijadikan sebagai sesuatu yang indah, karena kita masih dalam satu nasionalisme walupun saat ini kita diperhadapkan dengan pandemi COVID-19, namun tidak mengurangi semangat nasionalisme kita, karena COVID- 19 ini adalah cobaan tuhan ke pada kita manusia,” Tandas Bupati Fakfak.

Menurutnya, dalam firman Tuhan, baik itu Alqur’an maupun alkitab tertulis bahwa terimalah baik dan buruknya karena itu semua kehendak dari Tuhan.

“Saya mengajak semua warga masyarakat dari Karas pulau tiga sampai Tomage agar berdoa sehingga kita tetap dalam lindungan Allah Swt, Tuhan yang Maha Esa,” Tutupnya. (ret).

Dua Bayi Perempuan Lahir Bertepatan Dengan HUT NKRI Ke – 75 di RSUD Fakfak.

0

Fakfak – Bertepatan dengan Hari Ulang Tahun Negara Kesatuan Republik Indonesia (HUT) NKRI Ke-75 (17 Agustus 2020), bertempat di RSUD Fakfak – Papua Barat, sebanyak dua orang bayi akhirnya lahir dalam keadaan normal dan selamat diruang bersalin RSUD Fakfak,

Ditemui awal, bayi dari ibu Septiana Ayamiseba dan bapak Theodorus Nauri merupakan bayi kedua dan diberi nama Sweet seventeen Agustina Nauri,

Ibu Martha Mamari, ASN Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Fakfak yang merupakan Oma dari Sweet seventeen Agustina Nauri (Bayi baru lahir-red) ditemui di mataradarindonesia.com, Senin, (17/8) di ruang bersalin RSUD Fakfak mengatakan sangat terharu dan bangga atas kehaliran cucu kedua tersebut, karena hari lahirnya bertepatan dengan hari ulang tahun NKRI Ke- 75 (17 Agustus 2020).

Martha Mamari menjelaskan bahwa prediksi dokter kandungan yang merawat sang ibu dan bayi tersebut bahwa anak kedua dari bapak Theodorus Nauri dan ibu Septiana Ayamiseba akan lahir pada 18 Agustus 2020, namun menurut Martah yang keseharianya sebagai ASN di Diknaspora Fakfak ini bahwa akan lahir bertepatan dengan 17 Agustus 2020,

“Itu keinginan keluarga, terutama Ibu dan Bapaknya, termasuk saya sebagai omanya sangat percaya dan yakin akan lahir pada 17 Agustus 2020, dan puji tuhan keinginan itu dikabulkan oleh tuhan sehingga anak ini lahir bertepatan dengan momen dimana bangsa Indonesia sedang memperingati hari kemerdekaan yang Ke – 75”, Jelas Martha yang akrab disapa Oma Martha.

Menurut dia, cucu pertama perempuan dan cucu kedua yang lahir bertepatan dengan HUT NKRI Ke-75 ini juga perempuan, harapan dia bahwa kedua cucu ini merupakan penerus Ibu R.A Kartini,

“Ada nama Seventeen, artinya itukan 17 tujuanya adalah untuk mengingatkan bahwa hari lahir cucu saya bernama Sweet seventeen Agustina Nauri lahir bertepatan dengan hari ulang tahun kemerdekaan republic Indonesia Ke-75”, Ulas dia,

Dia sangat berharap cucu kedua tersebut kedepan menjadi orang yang berguna bagi bangsa dan negara, berguna bagi keluarga, dan berbakti kepada kedua orang tuanya,

“Menjadi orang yang berguna kepada tuhan, bangsa dan negara, dan bagi keluarga serta mengikuti jejak para pejuang bangsa demi mempertahankan cita-cita luhur NKRI”, Ulas dia.

Terlihat, bayi perempuan bernama, Syanala Ayu Priti Talla didampingi Oma, dan kedua orang tuanya diruang Kelas – I RSUD Fakfak, foto : rustam rettob/mataradarindonesia.com

Sementara Syanala Ayu Priti Talla merupakan bayi pertama berjenis kelamin perempuan dari pasangan suami istri bernama ibu Yuni Ade Wahyuni dan Benyamin Erikson Talla,

Bayi yang lahir dalam keadaan normal ini bertepatan dengan momentum peringatan 17 Agustus 2020, dia lahir pada pukul 05.25 menit Wit di RSUD Fakfak, bayi tersebut memiliki berat badan 2,850 gram pada saat lahir dengan ukuran panjang 50 Cm.

Ditemui di ruang Kelas – I RSUD Fakfak, Iren Talla, Oma dari Syanala Ayu Priti Talla kepada mataradarindonesia.com sangat berharap kedepan cucu pertama dari pasangan suami/istri ini bisa menjadi orang yang berguna bagi bangsa dan negara.

“Kedepan cucu saya bisa jadi pejuang dan penerus bangsa”, Harapan Oma Iren Talla ditemui mataradarindonesia.com diruang rawat kelas – I RSUD Fakfak pagi dini hari.

Bahwa dengan adanya dua orang bayi perempuan yang lahir bertepatan dengan 17 Agustus 2020 di RSUD Fakfak, mungkin pemerintah daerah bisa memberikan perhatian berupa kado ulang tahun buat mereka, (ret)

Bupati Kukuhkan Anggota Paskibra Jumlahnya Dikurangi Akibat Dampak Covid-19

0

BIAK – Pengukuhan Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) sebagai rangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan ke-75 dilakukan langsung oleh Bupati Biak Numfor Herry Ario Naap, S.Si.M.Pd di Sasana Krida Kantor Bupati, Sabtu (16/8) malam.

Pengukuhan anggota Paskibra kali ini agak berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Selain dilakukan dalam suasana protokol kesehatan Covid-19, anggotanya juga sangat terbatas. Kalau sebelumnya anggota Paskibra berjumlah 76 orang maka kali ini jumlahnya hanya 6 orang. pengurangan paserta Paskibra itu tentu tidak terlepas dari bagian protokol kesehatan sebagai dampak dari Covid-19.
Adapun keenam anggota Paskibra di HUT Kemerdekaan ke-75 ditahun 2020 masing-masing; Kysara Aureldy, Yohanes Paulus N, Dimas Yawan, Floryan John Anton, Akni F, I Putu Dedy S.
Sementara puncak peringatan detik-detik proklamasi pelaksanaannya akan dipusatkan di Halaman Kantor Bupati Biak Numfor, Senin (17/8) besok.
Bupati Herry Ario Naap menyampaikan kepada semua pihak bahwa bernegara sebagai suatu komitmen karena ini adalah proses kenegaraan. Untuk itu, Ia (Bupati) mengajak semua pihak memaknai perayaan HUT Kemerdekaan yang dilakukan setiap tahunnya, khususnya lagi di tahun 2020 dengan berbagai tindaka nyata dan mengisi kemerdekaan itu susuai dengan peran ataupun tugas masing-masing.
“Seperti kata yang ada pada proklamasi terlihat pendek tapi itulah komitmen karena arti dari proklamasi itulah yang sekarang kita harus kita lestarikan. Kita harus menyatukan tekad dan komitmen yang sama mengisi kemerdekaan ini dengan menggenjot berbagai program pembangunan, dengan terus berkarya dan berinovasi demi kemajuan bangsa pada umumnya dan Kabupaten Biak Numfor khususnya,” Ujar Bupati.
Selain Bupati, acara pengukuhan Paskibra ini dihadiri langsung oleh Ketua DPRD Kabupaten Biak Numfor Milkar Rumaropen, Komandan Pangkalan TNI AL (Danlanal) Biak Kolonel (P) Dominggus Misalayuk, Kapores Biak Numfor AKBP Murjatmo Edi, Dandim 1708/BN Letkol Inf. Arif Setyono, S.IP, Danlanudal Biak Letkol Laut (T) Moeis Syaifudin, ST., MM dan sejumlah perwira mengah lainnya dari satuan TNI yang ada di Biak, serta jajaran kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Biak Numfor. (Crew)

Seminar Pemantapan RKPD Fakfak Tahun 2021, Ada 4 Strategi Perumusan Kebijakan

0

Fakfak – RKPD disusun dengan tujuan untuk menjamin keterkaitan dan konsistensi antara perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, dan pengawasan. Konsistensi program dan kegiatan yang tertuang dalam rancangan akhir RKPD menjadi dasar penyusunan dan pembahasan KUA & PPAS yang akan disepakati Kepala Daerah bersama DPRD.

Dalam rangka menyiapkan RKPD tahun 2021, Bappeda dan Litbang Kabupaten Fakfak melaksanakan kegiatan Seminar yang berlangsung di Kampung Wasa Mulya, Distrik Tomage, Kabupaten Fakfak, Kamis, (13/8), seminar tersebut menghadirkan pemateri, DR Mohammad Uswanas, M.Si, (Spesialis Kebijakan Publik), Drs H Alibaham Temongmere, MTP, (Sekda Fakfak), didampingi Plt. Kepala bappeda dan Litbang Fakfak, Eksan Musa`ad, SE, M.Si.

DR Mohammad Uswanas, M.Si dalam paparanya menyampaikan bahwa ada 4 pendekatan startegi perumusan kebijakan pemerintah daerah dalam merancang program pembangunan di kabupaten fakfak, tentu kondisi saat ini soal revitalisasi dan refungsionalisasi bisa dilewatkan,

kondisi saat ini harus berbicara tentang rehabilitasi (Rehabilitation) karena dikhawatirkan tidak bisa memproteksi perumusan strategi kebijakan,

Sebetulnya menurut Bupati, implisitnya bahwa daerah berhasil menggunakan anggaran, dia mengkritisi bahwa tetapi strategi perencanaan dan pelaksanaan pembangunan dibandingkan dengan peran partisipasi serta masyarakat masih berada pada titik ketercapaian Otuput belum Outcome, padahal perencanaan itu bisa diukur,

“OPD secara emosional selama ini masing-masing secara kelembagaan dalam mengajukan berbagai problem dan sekaligus merebutkan anggaran tetapi terkadang tidak merujuk kepada sesuatu yang betul-betul harus dibutuhkan masyarakat dalam penyelenggaraan pemerintahan,

Sederhananya bahwa, Ah, kita coba usulkan saja, sapa tau lolos, jangan, pastikan bahwa program yang diusulkan telah memiliki nilai urgensi dalam kerangka mewujudkan pembangunan yang berkeadilan dan berkelanjutan terhadap keberlangsungan hidup  masyarakat”, Soal yang dipaparkan Kaka Mocha di Distrik Tomage kemarin.

Dari beberapa klasifikasi tentang desentralisasi pada dasarnya dapat disebutkan terdapat empat jenis desentralisasi, yaitu: (Pertama) dekonsentrasi, (Kedua) devolusi, (Ketiga) delegasi, dan (Keempat) tugas pembantuan. Tiga jenis pertama desentralisasi tersebut dinamai administritative decentralization (desentralisasi administrasi).

Sedangkan dalam Desentralisasi ketiga yaitu, Delegation, ada kewenangan mutlak dalam bentuk independen oleh badan perencanaan pembangunan dalam mendesain strategi kebijakan berdasarkan input yang diberikan oleh OPD yang ada dalam kondisi prektibel,

“Dalam startegi menyusun perencanaan pembangunan semua OPD harus terintegrasi sehingga terkesan masing-masing tidak jalan sendiri, oleh sebab itu harus memiliki protektif dan kajian-kajian terhadap persoalan yang terjadi hari ini untuk dapat ditindak lanjuti secara baik di tahun 2021”, Ujar Bupati Fakfak yang akrab disapa, Kaka Mocha.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Fakfak, Drs H Alibaham Temongmere, MTP yang mendapat julukan sesepuh Perencanaan dari Bupati Fakfak, dia mengatakan sederhana bahwa perencanaan adalah cara rasional untuk mewujudkan masa depan, (ret)

error: Content is protected !!