Home / Hukrim / LP3BH Manokwari Desak Kejari Bintuni Selidiki Proyek Jalan Simei-Obo

LP3BH Manokwari Desak Kejari Bintuni Selidiki Proyek Jalan Simei-Obo

Bintuni – Direktur LP3BH Manokwari. Yan Christian Warinussy minta aparat oenegak hukum yang ada di Wilayah Kabupaten Bintuni (Kejaksaan maupun Kepolisian) untuk selidiki proyek pekerjaan Jalan Simei-Obo Kabupaten Bintuni.

Warinussy katakan, sesama aparat penegak hukum pihaknya sangat mendukung sekaligus mendesak agar APH saatnya bergerak menjemput bola apalagi dugaan korupsi proyek jalan Simei-Obo ini masyarakat setempat sudah mengadu ke Kejaksaan Negeri Bintuni atas dasar itu pihaknya mendukung upaya penegakkahn hukum.

“Sebagai Direktur Eksekutif Lembaga Penelitian, Pengkajian dan Pengembangan Bantuan Hukum (LP3BH) Manokwari, saya mendukung desakan masyarakat adat suku kuri di sepanjang jalan Simei-Obo, Kabupaten Teluk Bintuni, Provinsi Papua Barat kepada Aparat Penegak Hukum (APH) agar menyelidiki dugaan tindak pidana korupsi.”, Desak Yan.

Diungkapkan lebih lanjut, belum lama ini, Senin, 25 April 2024, sekelompok perwakilan masyarakat adat Suku Kuri yang mendiami sepanjang jalan Simei-Obo telah mendatangi kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Teluk Bintuni

Tujuanya adalah untuk menyampaikan pengaduannya. Sehingga sebagai sesama pejabat Penegak Hukum, terang Warinussy, saya memandang bahwa perkara ini dapat diselidiki hingga ditindak lanjuti ke tahapan penyidikan.

Sumber pembiayaan proyek pembangunan Jalan Simei-Obo tersebut diduga berasal dari Anggaran Pembangunan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Teluk Bintuni Tahun Anggaran 2021.

Sehingga secara hukum patut diduga jika pembangunannya tentu melibatkan instansi teknis setempat bahkan juga pihak ketiga atau kontraktor yang melakukan pembangunan jalan Simei-Obo tersebut.

“Saya desak APH dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Teluk Bintuni dapat segera melakukan kegiatan pengumpulan bahan dan keterangan (pulbaket) dengan dukungan supervisi dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Papua Barat

Kami juga mendesak Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Papua Barat untuk dapat ikut melakukan audit investigasi atas kasus Pembangunan Jalan Simei-Obo tersebut.”, Jelasnya.

Sebelumnya, Masyarakat di Kampung Simei dan Obo mempertanyakan perkembangan proses hukum kasus korupsi proyek jalan Simei-Obo. Pekerjaan jalan yang diusulkan melalui Musrembang kampung atas usulan masyarakat dan diprogramkam oleh pemerintah daerah nyaris lenyap ulah akibat oknum yang tidak bertanggung jawab.

“Jujur saja kami masyarakat merasa dibodohi oleh oknum pelaku karena mereka mungkin beranggapan kami masyarakat di kampung ini sangat jauh terisolir, jadi mana mungkin mau datang cek-cek proyek jalan yang kami usulkan. Menurut pemikiran saya, mereka salah besar, karena kami punya arsip usulan jalan itu,” ungkap Sander werbete pada media ini, Rabu (24/4/2024).dikutip dari Jagaindonesia.com.

“Terus terang saja saya sampaikan kepada para penegak hukum bahwa saya minta hukum ditegakkan. Jika mereka sudah menyelidiki dan benar ada penyelewengan dana untuk kasus jalan Simei-Obo kenapa yang berwenang tidak segera menahan para tersangka untuk ditindak sesuai hukum yang berlaku,” sambungnya.

Sander menegaskan bahwa masyarakat tidak tinggal diam untuk kasus ini. Ia bersama masyarakat setempat akan mengawal dan menindaklanjuti ke Kejaksaan Negeri Bintuni hingga ke Polda Papua Barat jika diperlukan.

“Kami juga sampaikan bahwa jika progres tindak pidana koropsi pekerjaan jalan Simei-Obo ini tidak diprogramkan kembali serta para tersangka tidak ditetapkan maka kami akan datangkan massa yang lebih banyak lagi untuk pertanyakan jalan Simei-Obo yang menjadi harapan masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Kepala Kampung Simei, Obet Yoweni mengaku ia sudah meminta saudaranya untuk memasukkan surat ke Kejaksaan Negeri Teluk Bintuni terkait kasus ini. Obet berharap, upaya ini dapat membuahkan hasil sebagaimana harapan masyarakat.

“Saya menunggu keputusan Kejari Bintuni untuk segera tetapkan para tersangka dan tegakkan hukum demi keadilan bagi rakyat. Saya bukan saja selaku kepala kampung saya juga adalah masyarakat yang hidup bersama dengan keluarga di kampung Simei dan terus terang saya tahu persis bagaimana kampung Obo yang berada di Kabupaten Teluk Bintuni kami satu daratan satu tanah adat, kami satu bahasa, kami keluarga adat yang hidup rukun dan damai,” ujarnya.

“Hingga kini jika mereka melintasi kampung kami jalan yang mereka pakai itu dibangun oleh perusahaan lewat kompensasi hak wiyatat adat kami. Sekarang kami bertanya dimana jalan yang dibangun oleh pemerintah daerah kepada kami? Tidak ada. Jadi maaf kata jika hari ini ada yang katakan jalan Simei-Obo dibangun oleh pemerintah daerah itu tidak benar, yang benar jalan Simei-Obo adalah murni program CSR yang saya dan masyarakat kami dua kampung Simei Obo usulkan kepada pihak perusahaan untuk buatkan jalan tersebut,” tambahnya.

Obet juga menagih janji Kapolres Teluk Bintuni yang saat itu menerima aspirasi masyarakat. Menurutnya, Kapolres berjanji akan memanggil para pelaku dan mempertemukan dengan masyarakat adat untuk mengembalikan hak adat kepada masyarakat setempat.

“Terus terang saja ya, bapak kapolres kami tahu bahwa itu kerugian negara harus dikembalikan tetapi hak adat kami adalah harga diri kami masyarakat di dua kampung ini. Kami tidak akan tinggal diam untuk masalah ini. Kami akan bersuara terus untuk kebenaran dan untuk pembangunan di kampung kami,” katanya.

“Kami juga bagian dari negara ini yang dilindungi oleh hukum dan wajib diperlakulan sama dalam segi pembangunan dengan daerah lain. Jika hukum tidak ditegakkan maka kami tidak lagi percaya kepada hukum dan kami akan gunakan cara kami,” tegasnya. (rls/ret/MW)

About admin

Check Also

ASN Mengikuti Pemilu 2024 Mundur Setelah KPU Tetapkan Sebagai Peserta Calon

Kepala Kantor Regional IX BKN, Sabar Parlindungan Sormin, S.Kom, MMSI Jayapura – Memperhatikan gelaran Pemilihan ...

Bahlil Temui Pelajar Indonesia di Melbourne, : “Kita Butuh Leadership yang Kuat”

Melbourne – Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia memberikan kuliah umum di ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!